• Jl. Merdeka No.147, Bogor 16111
  • (0251) 8331718
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
469 dilihat       03 Februari 2026

Teknologi Pertanian Modern Dongkrak Produktivitas, Soppeng Capai 10,4 Ton/Ha

Rilis Kementan, 3 Februari 2026
Nomor: B-75/HM.160/7/02/2026

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar wacana, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan nasional. Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilan panen padi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang mampu mencapai produktivitas 10,4 ton per hektare.

Keberhasilan di Soppeng merupakan bagian dari gagasan besar Pertanian Modern Indonesia yang terus ia dorong ke seluruh daerah. Konsep ini terinspirasi dari sistem pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat, yang ia kunjungi pada 2024 lalu.

“Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahap produksi turut menjadi faktor kunci yang membuat sentra pertanian padi Arkansas mampu bersaing di pasar global, hal ini dapat diimplementasikan di Indonesia.” ungkap Mentan Amran. 

Atas arahan Mentan Amran, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mengembangkan plot percontohan pertanian modern Arkansas modifikasi Indonesia. Salah satu demplot tersebut berlokasi di Kabupaten Soppeng seluas 5 hektare dalam satu hamparan 60 hektare, yang juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan mandiri benih padi.

Panen bersama yang dilaksanakan pada Rabu (28/01/2026) menunjukkan hasil menggembirakan. Produktivitas ubinan mencapai 10,4 ton per hektare menggunakan varietas Inpago 12. Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan, Haris Syahbuddin, yang hadir mewakili Kepala BRMP, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil penerapan teknologi pertanian modern secara menyeluruh.

“Teknologi tersebut meliputi penggunaan soil test kit untuk mengetahui status kesuburan tanah sebelum pengolahan lahan, pengolahan tanah menggunakan alsintan, penggunaan varietas unggul bermalai lebat dan perakaran kuat, pemanfaatan aplikasi pendukung rekomendasi pemupukan, penerapan sistem tanam benih langsung (tabela) menggunakan drum seeder dengan jarak tanam jajar legowo 6:1, penambahan input pupuk organik cair, dan pemanfaatan drone untuk aplikasi herbisida dan pestisida,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam sistem pertanian harus menjadi pendekatan utama dalam pengelolaan budi daya ke depan.

Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyampaikan rasa terima kasihnya pada Kementerian Pertanian atas keberhasilan pengembangan sistem pertanian modern di wilayahnya.

“Pengelolaan sistem pertanian berbasis teknologi ke depan bukanlah pilihan, namun sebuah keharusan.” ungkapnya. 

Selle menegaskan akan terus mendukung program Kementerian Pertanian, seperti pembentukan Brigade Pangan yang akan diperkuat dengan pengetahuan mengenai pengelolaan pertanian modern.

Sementara itu, Kepala BRMP Fadjry Djufry menegaskan bahwa pengembangan pertanian modern merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Menteri Pertanian agar modernisasi budidaya padi diterapkan secara konsisten di seluruh Indonesia.

Fadjry menegaskan bahwa BRMP hadir untuk menjembatani inovasi dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan secara nyata di lapangan, khususnya dalam memperkuat dan mempertahankan swasembada beras nasional. 

“Swasembada beras bukan hanya target produksi, tetapi merupakan pilar penting kedaulatan pangan dan stabilitas nasional,” pungkasnya.

Prev Next

- ADMIN


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Komite Teknis 65-11 Tanaman Pangan Bahas Empat RSNI untuk Perkuat Standardisasi Komoditas Strategis
    08 Sep 2026 - By Rudi Rahmawan
  • Thumb
    Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik
    02 Sep 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Panen Padi PM-AAS di Soppeng Capai 10,2 Ton per Hektare
    21 Agu 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    BRMP Tanaman Pangan Raih Peringkat II Perpustakaan Inspiratif Kementerian Pertanian
    18 Agu 2026 - By Ujang Suryadi
  • Thumb
    BRMP Tanaman Pangan Paparkan Strategi Pertanian Regeneratif pada Seminar Nasional Agroteknologi 2026
    10 Agu 2026 - By ADMIN

tags

BRMP BRMP Tanaman Pangan Kementan Kementerian Pertanian Panen Padi

Kontak

(0251) 8331718
(0251) 8312755
[email protected]

Jl. Merdeka No. 147
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat,
Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16111
www.tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan. All Right Reserved